Al-Munāsabah: Simak Koherensi Ayat dan Surah dalam Al-Qur’an
TATSQIF ONLINE – Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam bukan hanya sekadar kumpulan wahyu yang bersifat spiritual dan normatif, tetapi juga merupakan karya sastra ilahi yang memiliki struktur sangat sistematis dan koheren. Salah satu konsep penting yang menunjukkan keteraturan dan kesatuan tersebut adalah al-munāsabah, yakni keterkaitan antara satu bagian teks dengan bagian lainnya dalam Al-Qur’an. Studi tentang al-munāsabah termasuk dalam lingkup ilmu ‘Ulūm al-Qur’ān, yang berperan dalam mengungkap keindahan, kedalaman, dan konsistensi makna dalam kitab suci ini.
Pengertian Al-Munāsabah
Al-munāsabah dalam konteks Al-Qur’an merujuk pada hubungan logis dan koherensi antara ayat, surah, atau bagian-bagian teks lainnya. Ini bukan sekadar hubungan kronologis atau urutan semata, melainkan keterkaitan makna yang mendalam, menciptakan kesatuan dan kelengkapan pesan ilahi. Al-munāsabah menunjukkan adanya keterkaitan tematik, struktural, atau stilistika yang memperkuat pemahaman dan penghayatan terhadap wahyu Allah.
Menurut az-Zarqani dalam bukunya Manāhil al-‘Irfān fī ‘Ulūm al-Qur’ān, al-munāsabah merupakan bentuk i’jāz dari Al-Qur’an karena menunjukkan keutuhan dan keselarasan redaksi antar bagian-bagian Al-Qur’an. Dengan mempelajari konsep ini, pembaca dapat menggali makna yang lebih dalam dari susunan wahyu.
Macam-Macam Al-Munāsabah
Klasifikasi al-munāsabah dapat dilihat dari beberapa pendekatan berikut:
1. Berdasarkan Kejelasan Hubungan
- Zāhirul Irtibāṭi (Jelas): Hubungan antar ayat atau surah sangat jelas, di mana pemisahan akan mengurangi makna dan keutuhan. Contoh kasus ini bisa dilihat pada hubungan antara ayat tentang perintah dan penjelasan hikmahnya, seperti dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 dan 184.
- Khafiyyul Irtibāṭi (Tersembunyi): Keterkaitan tidak tampak secara langsung, namun dapat ditemukan melalui tadabbur yang mendalam. Hubungan bisa berupa sebab-akibat, perbandingan, pertentangan, ataupun paralelisme tema.
2. Berdasarkan Penggunaan Huruf ‘Aṭhf
- Dengan Huruf ‘Aṭhf: Hubungan antar ayat menggunakan penghubung seperti “wa”, “fa”, atau “thumma”, menunjukkan transisi yang eksplisit.
- Tanpa Huruf ‘Aṭhf: Hubungannya lebih implisit, hanya bisa dipahami melalui konteks dan makna keseluruhan.
3. Berdasarkan Jenis Hubungan
- Munasabah Tematik: Fokus pada tema yang sama antara dua ayat atau surah, meskipun bahasanya berbeda.
- Munasabah Struktural: Keterkaitan dari segi susunan atau alur seperti pengantar, penjelasan, dan penutup.
- Munasabah Stilistika: Keterkaitan gaya bahasa dan retorika yang menciptakan kesatuan gaya ekspresi Al-Qur’an.
Contoh Al-Munāsabah dalam Surah Al-Fātiḥah
Surah Al-Fātiḥah adalah contoh klasik dari al-munāsabah karena meskipun hanya terdiri dari tujuh ayat, surah ini menunjukkan kesinambungan makna dan struktur yang sangat kuat:
- Ayat 1–4: Merupakan rangkaian pujian kepada Allah dan pengakuan atas sifat-Nya yang Maha Pemurah dan Penguasa Hari Pembalasan. Ini menjadi pembukaan dan dasar spiritual bagi permohonan yang akan disampaikan berikutnya.
- Ayat 5–6: Permohonan kepada Allah untuk diberi petunjuk kepada jalan yang lurus, yang mengalir logis dari pengakuan dan pujian sebelumnya.
- Ayat 7: Penjelasan lebih rinci tentang jalan lurus tersebut, yaitu jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai atau tersesat.
Keseluruhan ayat ini membentuk satu struktur utuh yang menyampaikan satu pesan tunggal: doa untuk petunjuk dan keselamatan, didahului dengan pujian kepada Allah. Hal ini menunjukkan munāsabah tematik, struktural, sekaligus stilistika.
Urgensi Mempelajari Al-Munāsabah
Mempelajari al-munāsabah memiliki urgensi yang besar dalam kajian tafsir karena:
- Membantu mufassir dalam memahami konteks dan kesinambungan makna antara ayat.
- Menghindari kesalahan interpretasi akibat membaca ayat secara terpisah.
- Mengungkap keindahan sastra Al-Qur’an yang sangat tinggi.
Seperti yang ditegaskan oleh As-Suyuthi dalam Al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān, pemahaman atas hubungan antar ayat dan surah merupakan bentuk penghormatan terhadap komposisi ilahi Al-Qur’an yang tidak mengenal kontradiksi.
Kesimpulan
Al-munāsabah merupakan elemen penting dalam memahami struktur dan makna Al-Qur’an secara menyeluruh. Ia memperlihatkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya wahyu dalam bentuk verbal, tetapi juga memiliki susunan logis dan tematik yang sangat teratur. Dengan memahami berbagai macam al-munāsabah, para pembelajar dan mufassir akan mampu mengapresiasi lebih dalam kandungan ilahi yang tersirat dalam setiap rangkaian ayat. Wallahua’lam.
Fauzi Anwar (Mahasiswa Prodi PAI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)

Bagaimana al munasabah membuktikan bahwa al qur’an bukan susunan manusia?
Bagaimana al munasabah dapat membantu dan memahami konteks al-Qur’an?
Bagaimana Al-Munasabah membantu memahami hubungan antara ayat dan surah dalam Al-Qur’an?
Bagaimana Al munasabah dapat membantu dalam memahami makna Al-Qur’an
Bagaimana Al munasabah dapat membantu dalam memahami makna Al-Qur’an ?
Bagaimana cara kita mengetahui adanya munasabah dalam Al-qur’an?