Aqidah & Akhlak

Haqiqah Iman dan 4 Buah Keimanan kepada Qadha dan Qadar

TATSQIF ONLINE  Dalam ajaran Islam, iman merupakan fondasi utama yang menentukan kualitas keislaman seseorang. Iman tidak hanya berupa keyakinan dalam hati, namun juga harus diwujudkan dalam bentuk pengakuan dan amal perbuatan. Di antara enam rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim, salah satunya adalah iman kepada qadha dan qadar. Konsep ini sering menjadi pembahasan mendalam dalam ilmu tauhid karena menyentuh aspek paling fundamental dalam hubungan antara kehendak Allah dan usaha manusia.

Iman kepada qadha dan qadar mengandung makna bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini telah ditetapkan oleh Allah SWT dengan ilmu, kehendak, dan kebijaksanaan-Nya. Meskipun segala sesuatu telah ditakdirkan, Islam tidak menafikan peran ikhtiar dan usaha manusia. Hal ini mencerminkan keseimbangan antara takdir ilahi dan tanggung jawab pribadi. Oleh karena itu, memahami hakikat iman dan buah dari keimanan kepada takdir merupakan langkah penting untuk mencapai ketenangan spiritual dan keteguhan hidup.

Pengertian Haqiqah Iman

Secara bahasa, “haqiqah” berarti kebenaran atau realitas, sedangkan “iman” berarti kepercayaan yang teguh. Dalam Islam, iman bukan sekadar keyakinan dalam hati, tetapi juga harus diwujudkan dalam perkataan dan perbuatan.

Haqiqah iman adalah hakikat atau inti dari keimanan yang mencakup tiga aspek utama:

1. Tasdiq bil Qalb (Membenarkan dengan Hati): Iman harus dimulai dari keyakinan yang kokoh di dalam hati tanpa adanya keraguan sedikit pun terhadap ketetapan Allah SWT.

2. Iqrar bil Lisan (Mengucapkan dengan Lisan): Iman harus diakui dan diikrarkan dengan lisan, sebagaimana syahadat yang menjadi dasar keislaman seseorang.

3. Amal bil Jawarih (Mengamalkan dengan Perbuatan): Iman harus diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Keimanan seseorang dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Oleh karena itu, seorang Muslim harus senantiasa memperkuat imannya dengan meningkatkan ibadah dan menjauhi perbuatan dosa.

Iman kepada qadha dan qadar berarti meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi telah ditetapkan oleh Allah SWT, baik dalam bentuk takdir yang dapat diubah maupun yang tidak dapat diubah. Pemahaman yang mendalam terhadap konsep ini membantu seorang Muslim dalam menjalani kehidupan dengan penuh kepasrahan dan usaha yang optimal.

Konsep Qadha dan Qadar dalam Islam

Dalam ajaran Islam, qadha dan qadar merupakan bagian dari rukun iman yang keenam, yaitu beriman kepada takdir Allah. Kedua konsep ini berkaitan dengan ketentuan Allah atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta.

1. Qadha (قضاء)

Qadha adalah ketetapan Allah yang telah ditentukan sejak zaman azali (sebelum segala sesuatu terjadi). Ini mencakup segala ketetapan Allah atas makhluk-Nya, baik yang berkaitan dengan kehidupan, rezeki, ajal, maupun segala kejadian di dunia.

Contoh Qadha:

  • Seseorang ditetapkan lahir di keluarga tertentu.
  • Seseorang memiliki jenis kelamin laki-laki atau perempuan.
2. Qadar (قدر)

Qadar adalah perwujudan atau realisasi dari qadha dalam kehidupan. Dengan kata lain, qadar adalah bagaimana ketetapan Allah terjadi dalam kehidupan manusia berdasarkan kehendak dan usaha manusia sendiri.

Contoh Qadar:

  • Seseorang telah ditetapkan memiliki rezeki tertentu (qadha), tetapi bagaimana cara dia mendapatkannya tergantung usaha dan ikhtiarnya (qadar).
  • Umur seseorang sudah ditentukan oleh Allah, tetapi bisa berubah sesuai dengan usaha menjaga kesehatan dan doa yang dipanjatkan.

Hubungan Qadha dan Qadar

Qadha adalah ketetapan yang telah ada sejak azali, sedangkan qadar adalah bagaimana ketetapan itu terwujud dalam kehidupan nyata. Kedua konsep ini menunjukkan bahwa manusia memiliki usaha (ikhtiar), tetapi tetap dalam batasan ketentuan Allah.

Keimanan kepada qadha dan qadar mengajarkan bahwa meskipun Allah SWT telah menetapkan segala sesuatu, manusia tetap diberikan kebebasan untuk berusaha dan berdoa. Oleh karena itu, seorang Muslim harus selalu bersikap optimis, berikhtiar dengan sungguh-sungguh, dan berserah diri kepada Allah dalam setiap keputusan yang telah ditetapkan.

Buah dari Iman kepada Qadha dan Qadar

Keimanan kepada qadha dan qadar membawa banyak manfaat bagi seorang Muslim, antara lain:

1. Menumbuhkan ketenangan jiwa, karena meyakini bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Allah SWT dengan hikmah terbaik.

2. Meningkatkan kesabaran dan keikhlasan, terutama dalam menghadapi musibah dan cobaan hidup.

3. Mendorong usaha dan tawakal, karena manusia tetap diperintahkan untuk berusaha meskipun takdir telah ditetapkan.

4. Menghindarkan dari sifat sombong dan putus asa, karena seseorang menyadari bahwa keberhasilan dan kegagalan semuanya berasal dari Allah SWT.

Dalil dan Hadist tentang Qadha dan Qadar

1. Surah Al-Qamar ayat 49

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

Artinya: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.”

Ayat ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah telah diukur dan ditetapkan dengan penuh perhitungan dan hikmah.

2. Surah Al-Hadid ayat 22

مَآ أَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِيْٓ أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِيْ كِتَابٍ مِّنْ قَبْلِ أَنْ نَّبْرَأَهَاۗ

Artinya: “Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya.”

3. Hadis Riwayat Muslim nomor 2653

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ حَتَّى الْعَجْزِ وَالْكَيْسُ

Artinya: “Segala sesuatu telah ditakdirkan, bahkan kelemahan dan kecerdikan seseorang.”

Dijelaskan oleh Abu Bakr Al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim bahwa hadis ini menegaskan bahwa semua aspek kehidupan manusia, termasuk sifat dan kemampuan, berada dalam ketentuan Allah.

4. Hadis Riwayat Tirmidzi nomor 2140

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ أَنَّ اللَّهَ عَذَّبَ أَهْلَ سَمَاوَاتِهِ وَأَهْلَ أَرْضِهِ عَذَّبَهُمْ وَهُوَ غَيْرُ ظَالِمٍ لَهُمْ… وَمَا مِنْ شَيْءٍ إِلَّا وَهُوَ بِقَدَرٍ حَتَّى الْعَجْزِ وَالْكَيْسُ

Artinya: “Jika Allah mengazab penghuni langit dan bumi, maka Dia tidaklah berbuat zalim kepada mereka… Dan segala sesuatu telah ditentukan (dengan takdir), bahkan kelemahan dan kecerdikan seseorang.”

Sebagaimana dijelaskan oleh Ibn Rajab dalam kitab Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, hadis ini menunjukkan keadilan Allah serta penegasan bahwa semua yang terjadi adalah dalam kehendak dan ketetapan-Nya.

Kesimpulan

Iman kepada qadha dan qadar merupakan bagian penting dari keimanan seorang Muslim. Dengan memahami konsep ini, seorang hamba akan lebih tenang dalam menjalani kehidupan, lebih sabar dalam menghadapi ujian, serta tetap berusaha dan bertawakal kepada Allah SWT. Qadha dan qadar mengajarkan bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah SWT, namun manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk berusaha dalam kehidupan mereka.

Dengan keimanan yang kuat terhadap takdir, seorang Muslim dapat menjalani kehidupan dengan lebih optimis, sabar, dan berserah diri kepada ketentuan Allah SWT. Selain itu, pemahaman yang benar terhadap qadha dan qadar membantu menghindarkan seseorang dari sikap putus asa dalam menghadapi kegagalan serta sikap sombong ketika meraih keberhasilan. Hal ini karena segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah bagian dari ketetapan Allah SWT yang penuh dengan hikmah dan keadilan.

Oleh karena itu, umat Islam perlu memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep ini agar bisa menjalani hidup dengan ketenangan, keyakinan, dan usaha yang maksimal. Sebagaimana ditegaskan oleh Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, bahwa iman kepada takdir menjadi pilar yang kokoh bagi kesabaran dan tawakal dalam kehidupan sehari-hari seorang mukmin. Wallahua’lam.

Majid Erlangga Hasibuan (Mahasiwa Prodi HKI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) 

Tatsqif Media Dakwah & Kajian Islam

Tatsqif.com adalah media akademik yang digagas dan dikelola oleh Ibu Sylvia Kurnia Ritonga, Lc., M.Sy (Dosen UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) sejak awal tahun 2024. Website ini memuat kumpulan materi perkuliahan, rangkuman diskusi, serta hasil karya mahasiswa yang diperkaya melalui proses belajar di kelas. Kehadirannya tidak hanya membantu mahasiswa dalam memperdalam pemahaman, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat luas untuk menikmati ilmu pengetahuan secara terbuka.

One thought on “Haqiqah Iman dan 4 Buah Keimanan kepada Qadha dan Qadar

  • Dalam materi di katakan qodar adalah ketetapan allah dalam kehidupan manusia
    Berdasarkan kehendak dan usaha manusia itu sendiri, pertanyaan kematian ada di tangan allah.. Akan tetapi ada sebagian orang yg matinya itu bunuh diri, apakah itu juga termasuk ketetapan allah dan bukan hanya kematian saja.. Ada juga yg lain seperti mencuri dan yg lain? 🙏

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *