5 Aspek Kemukjizatan Al-Qur’an yang Menggugah Iman, Simak
TATSQIF ONLINE – Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci bagi umat Islam, tetapi juga merupakan mukjizat terbesar yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Mukjizat ini berbeda dari mukjizat para nabi sebelumnya karena sifatnya yang kekal dan menyentuh akal pikiran serta hati nurani manusia. Jika mukjizat Nabi Musa adalah tongkat yang berubah menjadi ular besar, dan Nabi Isa dapat menyembuhkan orang buta dan menghidupkan orang mati, maka mukjizat Nabi Muhammad adalah wahyu yang penuh keindahan, petunjuk hidup, dan kebenaran ilmiah yang terus relevan sepanjang masa.
Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan bukan hanya untuk dibaca secara lisan, tetapi juga untuk dipahami, direnungi, dan diaplikasikan. Salah satu daya tarik utama dari Al-Qur’an adalah kemukjizatannya yang mencakup banyak aspek: dari bahasa yang indah, informasi ilmiah yang mendahului zaman, hingga berita-berita gaib yang terbukti kebenarannya. Artikel ini akan menguraikan secara sistematis dan mendalam tentang pengertian mukjizat Al-Qur’an dan berbagai aspek yang mengukuhkan kedudukannya sebagai kitab yang luar biasa.
Pengertian Mukjizat Al-Qur’an
Secara etimologis, kata mukjizat berasal dari bahasa Arab a‘jaza–yu‘jizu yang berarti “melemahkan” atau “menjadikan tidak mampu”. Dalam istilah syar‘i, mukjizat adalah suatu kejadian luar biasa yang diberikan oleh Allah SWT kepada nabi atau rasul sebagai bukti kenabian dan untuk melemahkan tantangan orang-orang yang mengingkarinya.
Mukjizat Al-Qur’an menempati posisi tertinggi karena bukan hanya bersifat luar biasa, tetapi juga kekal. Ia tidak terbatas pada satu tempat dan waktu, melainkan dapat dibuktikan dan dikaji sepanjang sejarah umat manusia. Tidak ada satu pun kitab lain yang mampu menandingi keutuhan, keotentikan, dan kekuatan argumentasi Al-Qur’an.
Sebagaimana dijelaskan oleh Manna’ al-Qaththan dalam bukunya Mabahits fi Ulum al-Qur’an, mukjizat Al-Qur’an adalah sesuatu yang melemahkan manusia untuk menandinginya dari segi lafaz dan maknanya, meskipun hanya dengan satu surah kecil. Ini yang membedakan Al-Qur’an dari seluruh bentuk karya sastra manusia.
Aspek-Aspek Kemukjizatan Al-Qur’an
Kemukjizatan Al-Qur’an tidak hanya berada pada satu sisi, melainkan mencakup berbagai aspek yang saling melengkapi:
- Keindahan bahasa dan keunikan gaya sastra
- Kandungan hukum dan petunjuk moral
- Isyarat ilmiah yang terbukti kebenarannya
- Pemberitaan tentang hal-hal gaib
- Keutuhan dan orisinalitas teks sepanjang masa
Setiap aspek tersebut menjadi bukti nyata bahwa Al-Qur’an bukan hasil karya manusia. Sebaliknya, ia adalah wahyu dari Allah yang penuh hikmah dan rahmat. Sebagaimana ditegaskan oleh az-Zarqani dalam Manahil al-‘Irfan fi Ulum al-Qur’an, mukjizat Al-Qur’an mencakup kemukjizatan lafaz dan makna secara sekaligus, dan tidak mungkin dapat ditiru oleh siapa pun.
Keindahan dan Ketelitian Bahasa Al-Qur’an
Salah satu daya tarik terbesar Al-Qur’an adalah keindahan bahasanya. Al-Qur’an bukan hanya menggunakan bahasa Arab, tetapi bahasa Arab yang paling fasih, paling padat makna, dan paling dalam keindahannya. Banyak ulama yang mengakui bahwa struktur kalimat Al-Qur’an tidak dapat ditandingi oleh puisi maupun prosa manapun.
a. Struktur Kalimat dan Irama
Al-Qur’an memiliki ritme dan irama yang khas, yang membuatnya mudah dihafal dan menyentuh hati. Bahkan orang Arab jahiliyah yang sangat ahli dalam sastra pun tidak mampu menandinginya. Contoh menakjubkan adalah surah Al-Kawtsar yang hanya tiga ayat, namun mengandung makna yang dalam dan luas. Surat Yasin pun jika dibaca dengan tartil memberikan dampak psikologis yang kuat bagi pembacanya.
b. Ketelitian dalam Pemilihan Kata
Setiap kata dalam Al-Qur’an dipilih dengan sangat teliti. Tidak ada satu pun kata yang digunakan secara sia-sia. Sebagaimana dalam QS Al-Furqan ayat 63 yang menggunakan kata yamsyuna (berjalan tenang), bukan yarkudhuna (berlari), menunjukkan karakteristik hamba Allah yang rendah hati dan penuh ketenangan. Ini membuktikan bahwa Al-Qur’an disusun dengan tingkat presisi linguistik yang luar biasa.
Sebagaimana dijelaskan oleh Musthafa al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi, salah satu bukti mukjizat Al-Qur’an terletak pada keserasian antara makna dan struktur kalimat yang tidak pernah dapat dicapai oleh manusia.
Isyarat Ilmiah dalam Al-Qur’an
Kemukjizatan Al-Qur’an juga tampak dari banyaknya ayat yang mengandung isyarat ilmiah yang baru terbukti di zaman modern. Ini adalah salah satu bentuk mukjizat karena Al-Qur’an diturunkan pada masa di mana pengetahuan ilmiah masih sangat terbatas.
a. Proses Penciptaan Manusia
Al-Qur’an menjelaskan secara rinci proses penciptaan manusia dalam QS Al-Mu’minun: 12–14. Ayat ini menjelaskan tahapan mulai dari air mani, segumpal darah, hingga pembentukan janin, yang baru dapat diamati secara ilmiah dengan teknologi modern. Ilmuwan seperti Dr. Keith Moore mengakui kecocokan ini dengan embriologi modern.
b. Perluasan Alam Semesta
QS Adz-Dzariyat: 47 menyebutkan bahwa Allah meluaskan langit. Ini sejalan dengan teori ekspansi alam semesta yang dikemukakan oleh para astronom modern. Padahal, konsep ini baru dikenal di abad ke-20.
c. Fungsi Gunung Sebagai Pasak
QS An-Naba’: 6–7 menggambarkan bahwa gunung berfungsi sebagai pasak. Ini sesuai dengan temuan geologi modern bahwa gunung memiliki akar yang dalam dan berfungsi sebagai penstabil kerak bumi.
Penulis seperti Zaghlul an-Najjar dalam Al-I‘jaz al-‘Ilmi fi al-Qur’an menekankan bahwa Al-Qur’an mengandung lebih dari seribu ayat yang mengisyaratkan realitas ilmiah yang terbukti kebenarannya di era modern.
Pemberitaan Ghaib dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an juga menyampaikan banyak berita ghaib yang mustahil diketahui oleh manusia biasa pada masa Nabi Muhammad SAW, baik mengenai masa lalu, masa depan, maupun kehidupan akhirat.
a. Kisah Umat Terdahulu
Kisah para nabi seperti Nuh, Ibrahim, Musa, dan lainnya, diceritakan secara rinci dalam Al-Qur’an. Nabi Muhammad SAW yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis) tidak mungkin mengetahui informasi tersebut kecuali dari wahyu Allah.
b. Prediksi Kemenangan Romawi
QS Ar-Rum: 2–4 meramalkan kemenangan bangsa Romawi atas Persia dalam beberapa tahun. Padahal saat itu Romawi sedang kalah. Beberapa tahun kemudian, Romawi benar-benar menang, membuktikan kebenaran ayat tersebut secara historis.
c. Hari Kiamat dan Akhirat
Al-Qur’an memberikan gambaran lengkap tentang kehidupan setelah mati, alam barzakh, hari kiamat, surga, dan neraka. Semua itu adalah berita ghaib yang diyakini oleh umat Islam meskipun belum tampak secara kasat mata.
Muhammad Abu Syuhbah dalam Dirasat fi ‘Ulum al-Qur’an menegaskan bahwa pemberitaan ghaib ini adalah bukti nyata bahwa Al-Qur’an bersumber dari wahyu Ilahi, bukan dari akal manusia.
Penutup
Mukjizat Al-Qur’an adalah bukti paling agung dari kerasulan Nabi Muhammad SAW dan kebenaran Islam. Keindahan bahasa, kesempurnaan kandungan, ketepatan ilmiah, serta berita-berita ghaib yang benar-benar terjadi menjadi bukti tak terbantahkan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu dari Allah SWT.
Sebagai umat Islam, sudah menjadi kewajiban bagi kita tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Keagungan Al-Qur’an akan semakin nyata ketika kita menelaahnya secara ilmiah dan spiritual. Maka dari itu, mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sejati, dan kita tebarkan keindahannya kepada seluruh umat manusia. Wallahua’lam.
Nurul Asikin Darwin (Mahasiswa Prodi PGMI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)

coba jelaskan bagaimana cara memanfaatkan mukjizat Al-Qur’an untuk penyembuhan?
Bagaimana Al-Qur’an dapat menjadi mukjizat kekal sementara mukjizat nabi-nabi sebelumnya bersifat sementara ?
Bagaimana al-qur’an dapat mengandung pengetahuan ilmiah yang tidak dapat dipahami oleh manusia pada saat itu?