Tauhid Dalam Kehidupan Sosial
Tauhid menempatı kedudukan sentral dan esensial dalam islam, tauhid berartı komitmen manusia kepada Allah sebagai fokus darı seluruh rasa hormat, rasa syukur, dan sebagai satu-satunya sumber nılaı dalam ıslam.
Manusia yang bertauhid mengemban tugas untuk membersihkan manusia dari menyembah manusia, hewan, tumbuhan, matahari, berhala, dan lain-lain kepada menyembah alloh. Dengan tauhid, kedudukan manusia sama manusia yang lain, yangmembedakan manusia dihadapan alloh adalah tingkat ketaqwaannya(QS. Al Hujurat: 13)
Hubungan manusia tidak hanya dengan tuhannya, tetapi juga mencakup hubungan horisontal dengan sesamanya. Maka dari itu tauhid juga memiliki fungsi membentuk suatu masyarakat yang mengejar nilai-nilai utama dan mengusahakan tegaknya nilai keadilan sosial sehingga memberikan insipirasi pada manusia untuk mengubah dunia disekelilingnya agar sesuai dengan kehendak allah. Hal ini akan memicu manusia untuk membentuk suatu misi yang bertujuan mengubah dunia, menegakkan kebenaran, dan keadilan, merealisasikan berbagai nilai-nilai utama dan memberantas kerusakan dimuka bumi. Dengan misi ini akan terwujud kehidupan sosial yang adil, etis, dan agamis.
Dalam konteks pengembangan umat, tauhid berfungsi mentransformasikan setiap individu yang meyakininya menjadi manusia yang lebih ideal dalam arti memiliki sifat-sifat mulia yang membebaskan dirinya dari setiap belenggu sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
1. Memiliki komitmen utuh pada Tuhannya. Ia akan berusaha secara maksimal untuk menjalankan pesan dan perintah Allah sesuai dengan kadar kemampuannya.
2. Menolak pedoman hidup yang datang bukan dari Allah.
3. Bersikap progresif dengan selalu melakukan penilaian terhadap kualitas kehidupannya, adat istiadatnya, tradısı dan paham hidupnya.
4. Tujuan hidupnya amat jelas. Ibadahnya, kerja kerasnya, hidup dan matinya hanya untuk Allah semata. Ia tidak akan terjerat ke dalam nilai-nilai palsu atau hal-hal tanpa nilai sehingga tidak pernah mengejar kekayaan, kekuasaan dan kesenangan hidup sebagai tujuan. Sebaliknya, hal-hal tersebut hanyalah sebagai sarana mencapai keridlaan Allah.
5. Memiliki visi yang jelas tentang kehidupan yang harus dibangunnya bersama manusia lain, suatu kehidupan yang harmonis antara manusia dan Tuhannya.
Beberapa wujud nyata dari nilai tauhid dalam kehidupan sosial meliputi:
1. Kesetaraan Derajat (Ukhuwah): Tauhid menanamkan kesadaran bahwa seluruh manusia adalah hamba dari Tuhan yang sama. Hal ini menghilangkan sekat-sekat rasialisme, kasta, atau status sosial, karena yang membedakan manusia di sisi-Nya hanyalah ketakwaannya.
2. Solidaritas dan Kepedulian: Mengakui kekuasaan Allah juga berarti menyadari bahwa harta dan rezeki adalah titipan. Kesadaran ini mendorong seseorang untuk gemar berbagi, bersedekah, dan membebaskan masyarakat dari jurang kesenjangan ekonomi.
3. Kejujuran dan Keadilan: Berlandaskan tauhid, setiap tindakan bermasyarakat (seperti berdagang, memimpin, dan bertetangga) dilakukan dengan penuh kejujuran dan amanah karena selalu merasa diawasi oleh Allah SWT.
4. Menghindari Perbudakan dan Penindasan: Seseorang yang bertauhid secara murni hanya akan tunduk dan takut kepada Allah. Hal ini menjadikannya pribadi yang merdeka dan berani membela kebenaran serta keadilan sosial tanpa takut kepada sesama makhluk.

Bagaimana cara mengubah masyarakat di sekeliling kita, agar apa yg di katakan bisa mereka terima dengan lapang dada dalam bertauhid?
Bagaimana tauhid dapat membentuk pribadi yang berani menegakkan kebenaran dan keadilan?
Mengapa tauhid menjadi dasar penting dalam menciptakan kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat yang beragam?
Bagaimana jika seseorang menolak pedoman hidup yang di berikan oleh alloh, yaitu Al qur-an san hadist