Perhatikan Dasar-Dasar Tashrif Lughawi dalam Ilmu Shorof
TATSQIF ONLINE – Bahasa Arab merupakan bahasa yang kaya dan sangat sistematis. Salah satu kekayaan tersebut terlihat dalam perubahan bentuk kata kerja atau kata benda yang dikenal dengan istilah tashrif. Dalam ilmu shorof, ada dua jenis utama tashrif, yaitu tashrif lughawi dan tashrif ishtilahi. Pada tulisan ini, kita akan fokus membahas tashrif lughawi.
Tashrif lughawi adalah perubahan bentuk kata kerja sesuai dengan pelaku (subjek), baik dari segi jenis kelamin (laki-laki/perempuan) maupun jumlahnya (tunggal, dua, atau banyak). Ia sangat penting karena menjadi dasar untuk menyusun kalimat dalam bahasa Arab secara benar dan bermakna. Tanpa menguasai tashrif lughawi, seseorang akan kesulitan memahami kalimat atau bahkan membuat kalimat yang sederhana sekalipun.
Buku Ilmu Sharaf untuk Pemula karya Abu Razin dan Ummu Razin menjelaskan bahwa tashrif lughawi mencakup bentuk kata kerja fi’il madhi (lampau), fi’il mudhari’ (sedang/akan datang), fi’il amr (perintah), dan juga bentuk kata benda seperti isim fa’il (pelaku) dan isim maf’ul (yang dikenai tindakan).
Apa itu Tashrif Lughawi dan Mengapa Penting?
Tashrif lughawi secara sederhana adalah pola perubahan kata kerja sesuai subjeknya. Misalnya, kata “fa‘ala” (فَعَلَ) berarti “dia laki-laki telah melakukan”. Jika pelakunya perempuan, maka bentuknya berubah menjadi “fa‘alat” (فَعَلَتْ). Jika pelakunya banyak, maka berubah menjadi “fa‘alū” (فَعَلُوا).”
Hal ini bukan hanya perubahan huruf semata, tetapi perubahan makna dan struktur kalimat secara keseluruhan. Dengan menguasai tashrif lughawi, kita bisa:
- Memahami kalimat Arab dari Al-Qur’an atau Hadis.
- Membuat kalimat sendiri sesuai kaidah.
- Mengerti percakapan Arab secara mendalam.
Pembagian Tashrif Lughawi
Secara umum, tashrif lughawi dibagi menjadi dua:
- Tashrif Lughawi Fi’il (kata kerja): fi’il madhi, mudhari’, amr, nahyi
- Tashrif Lughawi Isim (kata benda): isim fa’il dan isim maf’ul
1. Tashrif Lughawi Fi’il (Kata Kerja)
a. Fi’il Madhi (Lampau)
Fi’il madhi menunjukkan perbuatan yang sudah terjadi. Ada 14 bentuk fi’il madhi sesuai dengan 14 dhamir (kata ganti).
Contoh: Kata kerja “fa‘ala” (فَعَلَ – dia telah melakukan)
| Dhamir | Bentuk | Arti |
|---|---|---|
| هو | فَعَلَ | Dia (lk) telah melakukan |
| هما (lk) | فَعَلَا | Mereka berdua (lk) telah melakukan |
| هم | فَعَلُوا | Mereka (lk) telah melakukan |
| هي | فَعَلَتْ | Dia (pr) telah melakukan |
| هما (pr) | فَعَلَتَا | Mereka berdua (pr) telah melakukan |
| هن | فَعَلْنَ | Mereka (pr) telah melakukan |
| أنتَ | فَعَلْتَ | Kamu (lk) telah melakukan |
| أنتما | فَعَلْتُمَا | Kalian berdua telah melakukan |
| أنتم | فَعَلْتُمْ | Kalian (lk) telah melakukan |
| أنتِ | فَعَلْتِ | Kamu (pr) telah melakukan |
| أنتن | فَعَلْتُنَّ | Kalian (pr) telah melakukan |
| أنا | فَعَلْتُ | Saya telah melakukan |
| نحن | فَعَلْنَا | Kami telah melakukan |
b. Fi’il Mudhari’ (Sedang/Akan Terjadi)
Fi’il mudhari’ menunjukkan kegiatan yang sedang atau akan berlangsung. Awalan fi’il mudhari’ terdiri dari huruf أ – ن – ي – ت.
Contoh: Kata “yaf‘alu” (يَفْعَلُ – dia sedang melakukan)
Perubahan fi’il mudhari’:
- هو: يَفْعَلُ
- هي: تَفْعَلُ
- أنا: أَفْعَلُ
- نحن: نَفْعَلُ
- أنتَ: تَفْعَلُ
- هم: يَفْعَلُونَ
c. Fi’il Amr (Perintah)
Fi’il amr hanya berlaku untuk orang kedua (mukhatab). Kata kerja ini digunakan untuk memberi perintah.
Contoh dari kata فَعَلَ:
| Dhamir | Bentuk Amr |
|---|---|
| أنتَ | اِفْعَلْ |
| أنتما | اِفْعَلَا |
| أنتم | اِفْعَلُوا |
| أنتِ | اِفْعَلِيْ |
| أنتن | اِفْعَلْنَ |
d. Fi’il Nahyi (Larangan)
Fi’il nahyi juga berlaku untuk dhamir orang kedua dan digunakan untuk melarang seseorang melakukan sesuatu. Ciri khasnya adalah menggunakan “لا” (la) di awal.
Contoh:
- لا تَفْعَلْ (Jangan lakukan – untuk أنتَ)
- لا تَفْعَلِيْ (untuk أنتِ)
- لا تَفْعَلُوا (untuk أنتم)
2. Tashrif Lughawi Isim (Kata Benda)
a. Isim Fa’il (Pelaku)
Isim fa’il adalah kata benda yang menunjukkan pelaku perbuatan. Dibentuk dari kata kerja dan disesuaikan dengan jumlah dan jenis.
Contoh dari fi’il كَتَبَ (menulis):
| Dhamir | Bentuk | Arti |
|---|---|---|
| هو, أنا | كَاتِبٌ | penulis (lk) |
| هي | كَاتِبَةٌ | penulis (pr) |
| هم | كَاتِبُونَ | para penulis (lk) |
| هن | كَاتِبَاتٌ | para penulis (pr) |
b. Isim Maf’ul (Yang Dikenai Tindakan)
Isim maf’ul adalah kata benda yang menunjukkan objek atau yang dikenai tindakan.
Contoh dari fi’il كَتَبَ:
| Dhamir | Bentuk | Arti |
|---|---|---|
| هو | مَكْتُوْبٌ | yang ditulis |
| هي | مَكْتُوْبَةٌ | yang ditulis (pr) |
| هم | مَكْتُوْبُوْنَ | yang ditulis (jamak lk) |
| هن | مَكْتُوْبَاتٌ | yang ditulis (jamak pr) |
Penutup
Memahami tashrif lughawi sangat penting dalam mempelajari bahasa Arab. Dengan menguasainya, seseorang dapat:
- Membaca dan memahami Al-Qur’an lebih baik
- Menulis kalimat Arab secara benar
- Berbicara bahasa Arab dengan tata bahasa yang tepat
- Membedakan bentuk kata kerja sesuai konteks pelaku
Mempelajarinya memang membutuhkan kesabaran dan latihan berulang, tetapi manfaatnya sangat besar bagi siapa saja yang serius ingin memahami bahasa Arab secara mendalam. Wallahua’lam.
Devi Syarah Batubara (Mahasiswa Prodi HKI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary)
