Al-Qur'an & Hadis

Pemahaman Sab’ah Ahruf: 7 Variasi Bacaan dalam Al-Qur’an

TATSQIF ONLINE  Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, merupakan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ oleh Allah melalui malaikat Jibril. Keistimewaan Al-Qur’an tidak hanya terletak pada kedalaman maknanya, tetapi juga pada keunikan gaya bahasa, keindahannya, dan kekekalannya. Salah satu aspek yang sangat menarik dalam kajian Al-Qur’an adalah konsep sab’ah ahruf, yang merujuk pada tujuh cara bacaan yang berbeda dalam membaca Al-Qur’an.

Fenomena sab’ah ahruf ini menjadi salah satu aspek penting yang menjelaskan betapa fleksibelnya wahyu Al-Qur’an dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat, latar belakang budaya, dan variasi bahasa Arab pada zaman Nabi Muhammad ﷺ. Dalam artikel ini, kita akan menguraikan lebih lanjut mengenai konsep sab’ah ahruf, dalil-dalil yang mendasarinya, serta pandangan para ulama mengenai pengertian dan implikasinya dalam memahami Al-Qur’an.

Pengertian Sab’ah Ahruf

1. Arti Kata “Sab’ah Ahruf”

Secara linguistik, kata harf dalam bahasa Arab dapat merujuk pada beberapa hal, termasuk huruf, bentuk, atau cara. Dalam konteks sab’ah ahruf, kata harf lebih merujuk pada ragam atau variasi bacaan dalam Al-Qur’an. Sedangkan sab’ah berarti tujuh, namun tidak dimaksudkan dalam pengertian numerik yang sempit. Alih-alih menunjuk pada jumlah yang tetap, kata sab’ah di sini lebih merujuk pada banyaknya variasi dalam cara membaca Al-Qur’an.

Jadi, sab’ah ahruf secara istilah berarti tujuh bentuk bacaan atau variasi dalam menyampaikan wahyu Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini terkait dengan perbedaan dalam lafaz, penyebutan huruf, serta penggunaan gaya bahasa dalam teks Al-Qur’an.

2. Tujuan dan Hikmah Sab’ah Ahruf

Tujuan utama turunnya Al-Qur’an dengan sab’ah ahruf adalah untuk memudahkan umat Islam dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Selain itu, sab’ah ahruf juga menjelaskan beberapa hikmah lainnya:

  • Mempermudah pemahaman bagi umat: Dengan adanya variasi bacaan, orang-orang dari berbagai suku, dialek, dan tingkat pendidikan dapat lebih mudah menghafal dan memahami Al-Qur’an.
  • Mengakomodasi perbedaan dialek: Pada zaman Nabi Muhammad ﷺ, masyarakat Arab memiliki banyak dialek yang berbeda-beda. Al-Qur’an yang diturunkan dalam sab’ah ahruf memungkinkan setiap kelompok masyarakat untuk membaca Al-Qur’an dengan cara yang lebih akrab dengan bahasa mereka.
  • Memelihara kelestarian bacaan Al-Qur’an: Variasi bacaan ini juga memungkinkan Al-Qur’an tetap terjaga dengan baik meskipun tersebar di berbagai daerah dengan dialek yang berbeda.

Dalil-Dalil tentang Turunnya Al-Qur’an dengan Sab’ah Ahruf

1. Hadis-Hadis yang Menyebutkan Sab’ah Ahruf

Konsep sab’ah ahruf dapat ditemukan dalam sejumlah hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ. Salah satu hadis yang paling terkenal adalah:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ أُنْزِلَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ

Artinya: “Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan dalam tujuh huruf. Maka bacalah apa yang mudah darinya.” (HR. Al-Bukhari no. 4992 dan Muslim no. 818)

Hadis ini secara eksplisit menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam tujuh jenis bacaan atau huruf. Hadis ini menegaskan bahwa ada variasi bacaan yang sah dalam membaca Al-Qur’an, dan umat Islam diperbolehkan untuk memilih bacaan yang lebih mudah bagi mereka, selama bacaan tersebut sesuai dengan wahyu.

Selain itu, dalam riwayat lain, terdapat penjelasan dari Nabi ﷺ bahwa:

أَقْرَأَنِي جِبْرِيلُ عَلَى حَرْفٍ، فَلَمْ أَزَلْ أَسْتَزِيدُهُ وَيَزِيدُنِي حَتَّى انْتَهَى إِلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ

Artinya: “Jibril membacakan Al-Qur’an kepadaku dengan satu huruf. Aku terus memintanya agar ditambah hingga berakhir pada tujuh huruf.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan proses turunnya Al-Qur’an secara bertahap, dengan Rasulullah ﷺ meminta penambahan variasi bacaan hingga akhirnya diturunkan dalam tujuh ragam bacaan yang sah.

2. Ayat yang Menunjukkan Kemudahan dalam Membaca Al-Qur’an

Allah juga menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa Dia telah memudahkan Al-Qur’an untuk dihafal dan dipahami. Dalam surat Al-Qamar ayat 17, Allah berfirman:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Ayat ini menegaskan bahwa turunnya Al-Qur’an dengan variasi bacaan juga merupakan salah satu bentuk kemudahan bagi umat Islam untuk menghafal dan memahaminya.

Pandangan Ulama tentang Sab’ah Ahruf

Para ulama memiliki berbagai pendapat mengenai makna sab’ah ahruf. Berikut ini adalah beberapa pandangan utama yang perlu diketahui:

1. Sab’ah Ahruf sebagai Kemudahan dalam Membaca

Menurut sebagian ulama, sab’ah ahruf adalah bentuk kemudahan bagi umat Islam yang memiliki berbagai latar belakang dialek dan kemampuan membaca. Dalam pandangan ini, variasi bacaan dimaksudkan untuk mengakomodasi perbedaan cara pengucapan dan pengertian dalam bahasa Arab, tanpa mengubah makna yang terkandung dalam Al-Qur’an.

2. Sab’ah Ahruf sebagai Perbedaan Lafaz yang Bermakna Sama

Pendapat ini menjelaskan bahwa sab’ah ahruf merujuk pada perbedaan lafaz (kata-kata) yang memiliki makna yang sama. Misalnya, kata ta’al dan halumma yang keduanya berarti “mendekatlah”, atau variasi lain seperti aqbil yang juga berarti “datanglah”. Perbedaan ini memudahkan pembaca Al-Qur’an untuk memilih lafaz yang lebih mudah diucapkan tanpa mengubah makna pokok.

3. Sab’ah Ahruf sebagai Tujuh Ragam Bahasa Arab

Pendapat lain berargumen bahwa sab’ah ahruf merujuk pada tujuh dialek bahasa Arab yang ada pada masa itu, seperti dialek Quraisy, Hawazin, Kinanah, Tsaqif, dan lainnya. Setiap suku Arab memiliki cara yang berbeda dalam mengucapkan kata-kata tertentu, dan Al-Qur’an diturunkan dalam bentuk yang dapat diterima oleh seluruh suku tersebut. Oleh karena itu, perbedaan bacaan ini merupakan bagian dari usaha untuk memastikan Al-Qur’an dapat dipahami oleh semua golongan masyarakat Arab.

4. Sab’ah Ahruf sebagai Tujuh Jenis Kandungan Al-Qur’an

Pendapat lain mengemukakan bahwa sab’ah ahruf berhubungan dengan jenis-jenis kandungan dalam Al-Qur’an, misalnya perintah, larangan, halal, haram, muhkam, mutasyabih, dan perumpamaan. Variasi bacaan ini bisa menggambarkan cara yang berbeda untuk mengungkapkan ide atau pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an.

5. Menyamakan Sab’ah Ahruf dengan Qira’at Sab’ah

Beberapa orang mengira bahwa sab’ah ahruf adalah sama dengan qira’at sab’ah, yaitu tujuh cara membaca Al-Qur’an yang dikenal pada masa sekarang. Namun, sebagian besar ulama menegaskan bahwa sab’ah ahruf tidak merujuk pada qira’at tersebut, meskipun keduanya berkaitan dengan variasi bacaan.

Penutup

Konsep sab’ah ahruf adalah salah satu keistimewaan Al-Qur’an yang menunjukkan betapa luas dan fleksibelnya wahyu yang diturunkan kepada umat Islam. Variasi bacaan ini memungkinkan umat Islam dari berbagai latar belakang untuk menghafal dan memahami Al-Qur’an dengan cara yang lebih mudah dan sesuai dengan kemampuan mereka.

Dengan memahami sab’ah ahruf, kita semakin menyadari keajaiban dan kemudahan yang diberikan oleh Allah dalam wahyu-Nya. Semoga penjelasan ini memperkaya pemahaman kita tentang Al-Qur’an dan memperkuat keyakinan kita terhadap kebenaran dan keabadian kitab suci ini. Wallahua’lam.

Diah Hafmita Syahadah Siregar (Mahasiswa Prodi PGMI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)

Tatsqif Media Dakwah & Kajian Islam

Tatsqif.com adalah media akademik yang digagas dan dikelola oleh Ibu Sylvia Kurnia Ritonga, Lc., M.Sy (Dosen UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) sejak awal tahun 2024. Website ini memuat kumpulan materi perkuliahan, rangkuman diskusi, serta hasil karya mahasiswa yang diperkaya melalui proses belajar di kelas. Kehadirannya tidak hanya membantu mahasiswa dalam memperdalam pemahaman, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat luas untuk menikmati ilmu pengetahuan secara terbuka.

5 komentar pada “Pemahaman Sab’ah Ahruf: 7 Variasi Bacaan dalam Al-Qur’an

  • Siti aisyah siregar

    Bagaimana sab’ah Ahruf mempenagruhi pemahaman kita tentang Al-Qur’an dan apa implikasi nya dalam tafsir

    Balas
  • Mutiah Siregar

    Bagaimana sab’ah ahruf mempengaruhi pemahaman dan penafsiran Al-Quran?

    Balas
  • Dievelia salsabilah

    Bagaimana mengatasi tantangan dalam mempelajari sab’ah ahruf?

    Balas
  • Bagaimana Sab’ah Ahruf dapat membantu dalam memahami konteks historis dan budaya Al-Qur’an?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *