Bahasa Arab

Manshub dalam Nahwu: Konsep, Jenis, dan Contoh Penggunaan

TATSQIF ONLINE  Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang kaya akan struktur dan aturan tata bahasa. Dalam mempelajari bahasa ini, pemahaman terhadap berbagai elemen gramatikal menjadi sangat penting, terutama bagi mereka yang ingin menguasai bahasa Arab secara mendalam. Salah satu aspek penting dalam ilmu nahwu adalah i’rab, yang menunjukkan perubahan harakat akhir kata sesuai dengan fungsi sintaksisnya dalam kalimat. Di antara kedudukan i’rab, manshub menempati posisi penting dalam struktur kalimat Arab.

Isim yang dibaca manshub memiliki tanda khusus berupa fathah di akhir kata. Tanda ini menunjukkan bahwa kata tersebut sedang menjalankan fungsi tertentu dalam kalimat, seperti sebagai maf’ul bih (objek), khabar inna, atau bagian dari keterangan lainnya. Dalam beberapa bentuk, tanda fathah ini tidak terlihat karena alasan gramatikal tertentu, dan bisa juga disertai dengan penghapusan nun pada bentuk jamak mudzakkar.

Keterangan Penguat (Mashdar atau Maf’ul Muthlaq)

Maf’ul muthlaq adalah isim manshub yang berasal dari mashdar dan berfungsi menguatkan makna fi’il, menunjukkan jenis, atau menunjukkan jumlah pekerjaan. Maf’ul muthlaq ini dapat menggantikan fi’ilnya, memberi penekanan, atau memberikan penjelasan tambahan terhadap fi’il.

1. Mashdar Fi’il Tsulatsi

Mashdar dari fi’il tsulatsi mengikuti beberapa wazan yang diketahui melalui pendengaran (sima’i) atau dari rujukan kitab klasik, di antaranya:

  • فَعْلٌ: نَصْر، فَتْح، نَقْل
  • فِعْلٌ: عِلْم، حِرْص، حِفْظ
  • فَعَلَةٌ: صَدَقَة، حَسَنَة
2. Mashdar Fi’il Ruba’i

Mashdar fi’il ruba’i bersifat qiyasi (bisa diukur) dan memiliki beberapa pola umum, seperti:

  • إِفْعَالٌ: إِكْرَام، إِسْلَام، إِدْخَال
  • تَفْعِيلٌ: تَعْلِيم، تَدْرِيب، تَرْبِيَة
  • مُفَاعَلَةٌ: مُطَالَعَة، مُكَاشَفَة
  • فِعْلَلَة: زَلْزَلَة، قَلْقَلَة
3. Mashdar Fi’il Khumasi dan Sudasi

Mashdar fi’il khumasi dan sudasi juga dapat ditentukan dengan pola tertentu:

  • إِفْتِعَالٌ: اِجْتِمَاع، اِجْتِهَاد
  • إِسْتِفْعَالٌ: إِسْتِغْفَار، إِسْتِخْرَاج
  • تَفَعُّلٌ: تَقَرُّب، تَكَلُّم
  • تَفَاعُلٌ: تَعَاوُن، تَبَاعُد

Keterangan Waktu dan Tempat (Dzharaf Zaman dan Dzharaf Makan)

Dalam struktur kalimat Arab, keterangan waktu dan tempat juga dapat berbentuk manshub. Keduanya disebut dengan istilah maf’ul fiih.

1. Dzharaf Zaman (Keterangan Waktu)

Dzharaf zaman menunjukkan waktu terjadinya pekerjaan. Contoh:

  • حَضَرْتُ غُدْوَةً (Saya hadir pada pagi hari)
  • سَافَرْتُ بُكْرَةً (Saya bepergian pada waktu pagi)

Contoh lain dari dzharaf zaman antara lain: الْيَوْمَ, اللَّيْلَةَ, سَحَرًا, صَبَاحًا, مَسَاءً, أَبَدًا.

2. Dzharaf Makan (Keterangan Tempat)

Dzharaf makan menunjukkan tempat terjadinya pekerjaan. Contoh:

  • جَلَسْتُ أَمَامَ الْمَسْجِدِ (Saya duduk di depan masjid)
  • وَقَفْتُ خَلْفَ الْبَابِ (Saya berdiri di belakang pintu)

Contoh lain dari dzharaf makan: فَوْقَ, تَحْتَ, عِنْدَ, مَعَ, هُنَا, ثَمَّ

Keterangan Keadaan (Haal)

Haal adalah keterangan yang menjelaskan keadaan subjek atau objek saat terjadinya suatu peristiwa. Haal termasuk dalam kelompok kata manshub karena biasanya berfungsi sebagai informasi tambahan dalam kalimat.

Definisi Haal

Menurut Syekh Ash-Shonhaji dalam kitab Al-Ajurumiyah, haal adalah:

الاسم المنصوب المفسر لما انبهم من الهيئات

Artinya: “Isim manshub yang menjelaskan keadaan yang samar dari segi bentuknya.”

Menurut Syekh Syarafuddin Yahya dalam Nadham Al-Imrithi, haal adalah:

الحال وصف ذو انتصاب آتٍ مفسر لمبهم الهيئات

Artinya: “Haal adalah sifat dalam bentuk isim manshub yang datang untuk menjelaskan keadaan yang tidak jelas.”

Syarat-Syarat Haal

  1. Isim Nakirah: Haal harus berupa isim yang belum tentu (nakirah), biasanya berakhiran tanwin.
  2. Datang Setelah Kalimat Sempurna: Haal merupakan tambahan informasi, bukan bagian pokok dari struktur kalimat.
  3. Shahibul Haal Ma’rifat: Kata yang dijelaskan (shahibul haal) harus berupa isim ma’rifat, meskipun dalam kasus tertentu bisa berupa nakirah.

Contoh kalimat:

  • جَاءَ زَيْدٌ رَاكِبًا (Zaid datang dalam keadaan berkendara)
  • رَأَيْتُ الطِّفْلَ نَائِمًا (Saya melihat anak itu sedang tidur)

Penutup

Manshub dalam ilmu nahwu merupakan aspek penting yang harus dipahami oleh setiap pembelajar bahasa Arab. Penggunaan mashdar, dzharaf, dan haal sebagai bentuk manshub menunjukkan fleksibilitas dan kedalaman struktur sintaksis dalam bahasa Arab. Pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep ini akan sangat membantu dalam membaca, menulis, dan memahami teks-teks Arab secara akurat. Wallahua’lam.

Sarifah Aminah Hasibuan (Mahasiswa Prodi HKI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)

Tatsqif Media Dakwah & Kajian Islam

Tatsqif.com adalah media akademik yang digagas dan dikelola oleh Ibu Sylvia Kurnia Ritonga, Lc., M.Sy (Dosen UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) sejak awal tahun 2024. Website ini memuat kumpulan materi perkuliahan, rangkuman diskusi, serta hasil karya mahasiswa yang diperkaya melalui proses belajar di kelas. Kehadirannya tidak hanya membantu mahasiswa dalam memperdalam pemahaman, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat luas untuk menikmati ilmu pengetahuan secara terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *