MACAM-MACAM SYIRIK
Lawan terbesar dari tauhid adalah perbuatan syirik, yaitu menyekutukan Allah SWT dengan makhluk-Nya dalam hal yang merupakan kekhususan Allah. Begitu bahayanya dosa ini hingga Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 48 bahwa Dia tidak akan mengampuni dosa syirik bagi siapa saja yang meninggal dunia sebelum sempat bertaubat.
Secara garis besar, macam-macam syirik dapat dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan tingkatannya, yaitu syirik akbar (syirik besar) dan syirik asghar (syirik kecil). Di samping itu, jika ditinjau dari bentuk kemunculannya, syirik juga dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu syirik jali yang bersifat nyata dan syirik khafi yang bersifat tersembunyi di dalam hati. Pembagian ini penting untuk kita pelajari secara mendalam agar kita bisa lebih waspada dalam menjaga kemurnian ibadah kita sehari-hari.
Macam syirik yang pertama adalah syirik akbar atau syirik besar. Syirik jenis ini terjadi ketika seorang hamba mengarahkan ibadah yang seharusnya murni untuk Allah kepada makhluk-Nya. Dampak dari syirik akbar ini sangat mengerikan karena dapat mengeluarkan seseorang dari Islam, menghapus seluruh amal kebaikan yang telah lalu, dan pelakunya diancam akan kekal di dalam neraka jika terbawa mati. Contoh nyata syirik akbar yang sering kita temui adalah syirik dalam doa seperti meminta kelancaran rezeki kepada penghuni kubur, syirik dalam ketaatan berupa mematuhi aturan manusia yang jelas-halas menghalalkan yang haram, serta memberikan sesajen hewan kurban kepada jin penunggu tempat keramat.
Macam syirik yang kedua adalah syirik asghar atau syirik kecil. Meskipun dinamakan syirik kecil, dosa dari perbuatan ini tetap jauh lebih besar daripada dosa besar lainnya seperti berzina atau mencuri. Syirik asghar tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam, namun perbuatan ini dapat merusak pahala dari amalan yang tercampur olehnya. Contoh syirik asghar yang seringkali tidak disadari adalah riya’ (pamer agar ibadah kita dipuji manusia), sum’ah (menceritakan amal shalih agar disanjung orang lain), bersumpah dengan selain nama Allah, serta memercayai thiyarah atau menganggap nasib sial disebabkan oleh tanda alam seperti melihat kucing hitam.
Selanjutnya, jika kita melihat syirik dari segi bentuk penampakannya, ada yang disebut sebagai syirik jali atau syirik nyata. Syirik jali merupakan perbuatan syirik yang terlihat jelas dalam bentuk ucapan atau perbuatan fisik, seperti memakai jimat, menyembah patung, atau mendatangi dukun dan peramal nasib. Kebalikan dari hal tersebut, bentuk lainnya adalah syirik khafi atau syirik tersembunyi yang bertempat di dalam niat atau isi hati seseorang sehingga sangat samar. Contoh dari syirik tersembunyi ini adalah adanya getaran riya’ di dalam dada saat kita sedang shalat di depan orang banyak, atau merasa bahwa kesuksesan hidup murni karena kehebatan diri sendiri tanpa mengingat andil dari Allah SWT.
Sebagai rencana aksi nyata setelah tatsqif hari ini, ada beberapa langkah konkret yang dapat kita lakukan untuk membentengi diri dari segala noda syirik tersebut. Langkah pertama adalah dengan senantiasa menuntut ilmu syar’i agar kita paham batas tegas antara iman dan kufur. Langkah kedua adalah selalu menjaga keikhlasan niat dalam beramal shalih. Langkah terakhir adalah melazimkan doa perlindungan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu memohon perlindungan kepada Allah dari menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang kita ketahui, dan memohon ampunan-Nya dari apa saja yang tidak kita ketahui.

Bagaimana pengaruh syirik terhadap keimanan seseorang?