TATSQIF INFO – Sejak Ramadhan tahun 2023, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Kurnia Perumahan Sopo Indah rutin menyelenggarakan kajian tahsin khusus Ibu-Ibu di Komplek Perumahan Sopo Indah (Sopin), Padangsidimpuan Tenggara. Kegiatan ini terlaksana setiap pekan pada hari Rabu sore dan Sabtu pagi, bersama Ustadzah Sylvia Kurnia Ritonga, founder tatsqif.com, sebagai pemateri utama. Ibu-ibu peserta dengan antusias mengikuti kajian ini, meskipun usia mereka sudah tidak lagi muda.
Ustadzah Sylvia memfokuskan kajian tahsin ini pada pembelajaran tajwid dan teknik membaca Al-Qur’an dengan benar. Mereka mengajarkan materi seperti makharijul huruf, shifatul huruf, mad, hukum nun mati dan tanwin, serta berbagai kaidah lainnya yang esensial dalam tajwid. Selain itu, mereka juga mengintegrasikan praktek langsung membaca Al-Qur’an, di mana setiap peserta menerima bimbingan dan koreksi langsung dari Ustadzah Sylvia.
“Tujuan utama kami memastikan setiap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktekkan bacaan Al-Qur’an dengan benar,” ungkap Ustadzah Sylvia. Ia menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an sesuai dengan tajwid yang benar agar pesan yang terkandung bisa tersampaikan dengan tepat.
Ibu-ibu dari berbagai kalangan dengan semangat tinggi memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka. Meskipun usia peserta bervariasi, dari yang sudah lanjut usia hingga yang masih cukup muda, antusiasme mereka tidak pernah surut. “Kami merasa termotivasi untuk terus belajar karena bimbingan dari Ustadzah Sylvia sangat jelas dan mudah dipahami,” kata salah satu peserta, Ibu Halimah.
Setiap sesi kajian tahsin dimulai dengan membahas teori tentang makharijul huruf, yaitu tempat keluarnya huruf-huruf Arab dari mulut. Setelah teori disampaikan, para peserta langsung mempraktekkan dengan mengucapkan huruf-huruf tersebut satu per satu. Ustadzah Sylvia kemudian memberikan koreksi dan saran agar bacaan mereka semakin baik.
Materi selanjutnya yang Ustadzah Sylvia ajarkan adalah shifatul huruf, yang mencakup sifat-sifat dari setiap huruf Arab. Peserta memahami karakteristik setiap huruf, seperti suara yang dihasilkan, panjang pendeknya bacaan, serta tekanan suara. Hal ini membantu mereka membedakan satu huruf dengan huruf lainnya secara tepat.
Ustadzah Sylvia juga mengajarkan materi tentang mad atau pemanjangan suara dalam bacaan Al-Qur’an dengan detail. Peserta mempelajari berbagai jenis mad beserta aturan-aturannya, sehingga mereka bisa mengaplikasikan pemanjangan suara sesuai dengan ilmu tajwid.
Pada sesi berikutnya, peserta mempelajari hukum nun mati dan tanwin, yang merupakan salah satu kaidah penting dalam tajwid. Mereka memahami berbagai aturan yang berlaku ketika bertemu dengan nun mati atau tanwin dalam bacaan Al-Qur’an, seperti idgham, iqlab, ikhfa, dan izhar.
Tidak hanya teori, Ustadzah Sylvia juga mengutamakan praktek membaca Al-Qur’an sebagai bagian penting dari kajian tahsin ini. Setiap peserta mendapat kesempatan membaca Al-Qur’an secara bergantian, sementara Ustadzah Sylvia memberikan koreksi dan masukan agar bacaan mereka semakin baik. “Praktek langsung sangat membantu kami mengetahui kesalahan-kesalahan kecil yang sering tidak kami sadari,” ujar Ibu Rahma, salah satu peserta.
Ustadzah Sylvia terus memotivasi para peserta untuk tidak mudah menyerah dalam belajar membaca Al-Qur’an. Menurutnya, usia bukanlah halangan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. “Yang penting adalah niat dan usaha yang sungguh-sungguh. Insya Allah, Allah akan memudahkan jalan kita,” ujarnya.
Kajian tahsin ini tidak hanya memperbaiki bacaan Al-Qur’an para peserta, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi di antara mereka. Setiap pertemuan diakhiri dengan doa bersama dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka dalam belajar Al-Qur’an.
Para peserta merasakan perubahan signifikan dalam bacaan Al-Qur’an mereka setelah mengikuti kajian tahsin ini. “Bacaan saya sekarang lebih lancar dan sesuai dengan tajwid yang benar. Ini semua berkat bimbingan dari Ustadzah Sylvia,” kata Ibu Aisyah dengan penuh rasa syukur.
Ibu-ibu peserta kajian tahsin berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi masyarakat lainnya untuk lebih giat belajar membaca Al-Qur’an. Ustadzah Sylvia mengajak masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan kajian tahsin ini, sehingga lebih banyak orang yang merasakan manfaatnya.
Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi dari para peserta, Ustadzah Sylvia optimis kajian tahsin ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an di kalangan masyarakat, khususnya ibu-ibu di Sopo Indah, Padangsidimpuan Tenggara.
Kajian ini menunjukkan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus belajar dan memperbaiki diri dalam membaca Al-Qur’an. Keberlanjutan kegiatan ini mencerminkan komitmen Tatsqif dalam memberikan pendidikan agama yang berkualitas bagi masyarakat.
Team Tatsqif





