Aqidah & Akhlak

Kufur, Nifaq, dan Fasiq: 3 Ancaman Nyata bagi Akidah, Simak

TATSQIF ONLINE  Tauhid sebagai landasan utama dalam akidah Islam bukan hanya menjelaskan tentang keesaan Allah, tetapi juga membentuk sistem nilai yang menuntun manusia pada ketaatan dan kesucian hati. Dalam praktiknya, keimanan seseorang dapat terganggu oleh perilaku yang menyimpang dari prinsip-prinsip keimanan yang benar. Dalam ilmu tauhid, tiga di antara bentuk penyimpangan besar yang membahayakan akidah seorang Muslim adalah kufur, nifaq, dan fasiq. Memahami perbedaan dan kedalaman makna dari ketiganya menjadi penting agar umat Islam tidak terjerumus ke dalam kondisi yang dapat merusak iman dan amalnya.

A. Kufur

1. Definisi Kufur

Secara bahasa, kufur berarti menutup atau mengingkari. Sedangkan secara istilah syar’i, kufur adalah lawan dari iman, yaitu tidak mempercayai Allah dan Rasul-Nya secara benar, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Menurut Shalih bin Fauzan al-Fauzan, kufur adalah bentuk keengganan terhadap keimanan, baik melalui penolakan secara lisan, hati, maupun perbuatan, serta termasuk bentuk keraguan dan pembangkangan terhadap kebenaran syariat Allah (Shalih bin Fauzan, Kitab Tauhid, 2017).

2. Macam-Macam Kufur

Kufur terbagi menjadi dua kategori utama:

a. Kufur Besar (Kufrun Akbar)

Kufur besar adalah bentuk kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Ada lima jenis kufur besar:

1. Kufur karena mendustakan (takdzib)

Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Al-Ankabut ayat 68:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ ۗ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكَافِرِينَ

Artinya: “Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau orang yang mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?”

2. Kufur karena sombong dan enggan

Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 34:

إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Artinya: “Kecuali Iblis; ia enggan dan sombong dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”

3. Kufur karena ragu (syakk)

Firman Allah dalam Alquran Surat Al-Kahf Ayat 37:

قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا

Artinya: “Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya — sedang dia bercakap-cakap dengannya: ‘Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?”‘

4. Kufur karena berpaling (i’radh)

Firman Allah dalam Alquran Surat Al-Ahqaf ayat 3:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنذِرُوا مُعْرِضُونَ

Artinya: “Dan orang-orang kafir berpaling dari peringatan yang telah diberikan kepada mereka.”

5. Kufur karena nifaq (kemunafikan dalam akidah)

Firman Allah dalam Alquran Surat Al-Munafiqun ayat 3:

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

Artinya: “Yang demikian itu karena mereka beriman kemudian kafir, maka hati mereka dikunci; dan mereka tidak mengerti.”

    b. Kufur Kecil (Kufrun Ashghar)

    Kufur kecil tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam, tetapi merupakan bentuk dosa besar. Contohnya adalah kufur terhadap nikmat, sesuai firman Allah dalam Alquran Surah An-Nahl ayat 83:

    يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ

    Artinya: “Mereka mengetahui nikmat Allah, lalu mereka mengingkarinya. Dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang kafir.”

    Contoh lain adalah membunuh orang Islam, mencaci sesama Muslim, atau bersumpah dengan selain nama Allah:

    سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

    Artinya: “Mencaci sesama Muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    B. Nifaq

    1. Definisi Nifaq

    Nifaq berasal dari kata nafaq, yakni lubang yang dipakai tikus untuk keluar diam-diam. Secara istilah, nifaq berarti menampakkan keislaman dan kebaikan, tetapi menyembunyikan kekafiran dan keburukan. Nifaq termasuk penyakit hati yang sangat berbahaya dalam Islam.

    Menurut Kamaluddin dalam Ilmu Tauhid yang Terikat dan yang Terikat, nifaq adalah bentuk pembohongan spiritual yang tujuannya melemahkan Islam dari dalam (Kamaluddin, 2012).

    2. Macam-Macam Nifaq
    a. Nifaq I’tiqadi (Keyakinan)

    Munafiq jenis ini berpura-pura Islam tetapi dalam hatinya menolak kebenaran. Pelakunya keluar dari Islam dan akan berada di kerak neraka. Allah berfirman dalam Alquran Surah An-Nisa ayat 145:

    إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik (akan ditempatkan) di kerak neraka.”

    b. Nifaq Amali (Perilaku)

    Munafiq jenis ini masih dianggap Muslim tetapi perilakunya bertentangan dengan nilai Islam. Nabi bersabda:

    آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

    Artinya: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, dan apabila diberi amanat ia berkhianat.” (HR. An-Nasa’i)

    Nifaq amali dapat menggerogoti tatanan sosial masyarakat karena menciptakan ketidakpercayaan dan kehancuran hubungan antar individu.

    C. Fasiq

    1. Definisi Fasiq

    Secara bahasa, fasiq berarti keluar. Dalam istilah syara’, fasiq adalah seseorang yang menyimpang dari ketaatan kepada Allah dengan terus-menerus melakukan dosa besar atau meremehkan dosa kecil.

    Ibnu Manzhur dalam Lisan al-Arab menyebut fasiq sebagai orang yang telah keluar dari ketaatan kepada Allah dan mengabaikan perintah-perintah-Nya.

    2. Jenis-Jenis Fasiq
    a. Fasiq Kecil

    Fasiq kecil adalah Muslim yang melakukan maksiat, tetapi masih memiliki iman dalam hatinya. Misalnya, seseorang yang mencela wanita mukminah sebagaimana termaktub dalam Alquran Surah An-Nur ayat 4:

    وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

    Artinya: “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.”

    b. Fasiq Besar

    Fasiq besar adalah kekufuran, baik melalui perbuatan atau keyakinan. Mereka tidak memiliki iman dan terancam kekal di neraka. Allah berfirman dalam Alquran Surah As-Sajdah ayat 20:

    وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۖ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ

    Artinya: “Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya.”

    Surat At-Taubah ayat 67 menegaskan bahwa orang munafiq sejatinya adalah orang fasiq:

    الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

    Artinya: “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.”

    Kesimpulan

    Kufur, nifaq, dan fasiq adalah tiga bentuk penyimpangan akidah yang sangat berbahaya. Kufur menolak atau mengingkari ajaran Islam; nifaq adalah kepura-puraan dalam iman; dan fasiq adalah penyimpangan dari ketaatan. Masing-masing memiliki klasifikasi besar dan kecil yang memengaruhi status keimanan pelakunya.

    Seorang Muslim wajib memahami dan menjauhi ketiganya agar senantiasa berada dalam lindungan akidah yang lurus dan diterima di sisi Allah. Semoga Allah menjaga kita dari kekufuran, kemunafikan, dan kefasikan, serta meneguhkan iman hingga akhir hayat. Wallahua’lam.

    Kaniya Amirah Barkah Daulay (Mahasiwa Prodi HKI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) 

    Tatsqif Media Dakwah & Kajian Islam

    Tatsqif.com adalah media akademik yang digagas dan dikelola oleh Ibu Sylvia Kurnia Ritonga, Lc., M.Sy (Dosen UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) sejak awal tahun 2024. Website ini memuat kumpulan materi perkuliahan, rangkuman diskusi, serta hasil karya mahasiswa yang diperkaya melalui proses belajar di kelas. Kehadirannya tidak hanya membantu mahasiswa dalam memperdalam pemahaman, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat luas untuk menikmati ilmu pengetahuan secara terbuka.

    One thought on “Kufur, Nifaq, dan Fasiq: 3 Ancaman Nyata bagi Akidah, Simak

    • Materinya adalah kufur, nifaq dan fasiq, .. Secara garis besar kufur adalah kebalikan dari iman, yaitu ingkar, nifaq atau munafiq yaitu pembohongan seperti tidak sesuai di mulut dan di hati kemudian fasiq yaitu.. Seperti dia tau suatu hukum itu tapi dia tidak laksanakan. Pertanyaan saya adalah salah satu rukun iman yaitu.. Berikan kepada kitab² allah yaitu slaah satunya al quran, jadi bagaimana seseorang yang tidak mentaati salah satu suatu aturan dalam al quran, apakah dia kufur, nifaq atau fasiq?

      Balas

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *