Keunikan Fawātiḥ al-Suwar dalam Pembukaan Surah Al-Qur’an
TATSQIF ONLINE – Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam memiliki susunan yang tidak hanya indah dari sisi bahasa dan kandungan, tetapi juga kaya akan rahasia dan keunikan struktural. Salah satu keunikan tersebut adalah adanya ayat-ayat atau frasa khusus yang muncul di awal beberapa surah, yang dikenal sebagai Fawātiḥ al-Suwar (فواتح السور).
Istilah ini merujuk pada pembukaan atau pendahuluan surah dalam Al-Qur’an, yang secara linguistik maupun tematik sering kali tidak biasa. Salah satu bentuk yang paling menonjol dari Fawātiḥ al-Suwar adalah huruf-huruf muqatta‘ah (الحروف المقطعة)—kombinasi huruf-huruf Arab yang tidak membentuk kata tertentu dan maknanya masih menjadi misteri hingga hari ini.
Kajian tentang Fawātiḥ al-Suwar merupakan bagian penting dalam disiplin ilmu Ulūm al-Qur’ān, karena mengandung isyarat-isyarat i‘jaz (kemukjizatan), keagungan, serta petunjuk tentang struktur penyampaian wahyu yang unik.
Definisi Fawātiḥ al-Suwar
Secara bahasa, Fawātiḥ adalah bentuk jamak dari kata fātiḥah (الفاتحة) yang berarti “pembuka”. Dalam konteks Al-Qur’an, Fawātiḥ al-Suwar merujuk pada bagian awal dari suatu surah, yang kadang berupa satu ayat lengkap, frasa pendek, atau bahkan satu huruf. Menurut Al-Zarkasyī dalam Al-Burhān fī ‘Ulūm al-Qur’ān, fawātiḥ ini bukan sekadar pembukaan biasa, tetapi sering kali memuat makna yang dalam, simbolik, atau bahkan misterius.
Al-Zarkasyī menjelaskan bahwa pembukaan setiap surah memiliki keistimewaan tertentu, baik dari sisi balaghah, i‘jaz, atau sebagai pengantar yang selaras dengan tema utama surah tersebut (Al-Zarkasyī, Al-Burhān fī ‘Ulūm al-Qur’ān).
Jenis-Jenis Fawātiḥ al-Suwar
Para ulama membagi Fawātiḥ al-Suwar ke dalam beberapa kategori berdasarkan bentuk dan fungsinya:
1. Huruf-Huruf Muqatta‘ah (الحروف المقطعة)
Huruf-huruf ini adalah kombinasi huruf Arab yang muncul di awal 29 surah dalam Al-Qur’an, seperti الم (Alif Lām Mīm), يس (Yā Sīn), طه (Ṭā Hā), dan sebagainya. Huruf-huruf ini dibaca secara terpisah dan tidak membentuk kata yang bermakna secara langsung. Maknanya masih menjadi rahasia yang hanya diketahui Allah.
Al-Suyūṭī menyatakan dalam Al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān bahwa huruf-huruf muqatta‘ah adalah bentuk mukjizat yang menantang bangsa Arab untuk menghasilkan sesuatu yang serupa, padahal Al-Qur’an hanya tersusun dari huruf-huruf yang mereka gunakan sehari-hari (Al-Suyūṭī, Al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān).
2. Ayat Pujian atau Doa
Contoh paling masyhur adalah pembukaan Surah Al-Fātiḥah:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Ayat seperti ini mencerminkan nuansa spiritual yang tinggi sejak permulaan surah, dan menunjukkan betapa Al-Qur’an mendidik pembacanya untuk selalu memulai dengan pujian atau doa kepada Allah.
3. Ayat Perintah atau Seruan
Seperti dalam Surah Al-‘Alaq:
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ
Artinya: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”
Pembukaan ini berfungsi sebagai panggilan langsung kepada Rasulullah ﷺ dan umatnya untuk membaca dan merenungi wahyu.
4. Sumpah
Contoh dari Surah Asy-Syams:
وَٱلشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا
Artinya: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari.”
Fawātiḥ jenis ini mengandung sumpah Allah yang menunjukkan pentingnya tema yang akan dibahas dalam surah tersebut.
Tujuan dan Hikmah Fawātiḥ al-Suwar
Para mufasir telah mengemukakan berbagai pandangan mengenai hikmah diturunkannya Fawātiḥ dalam bentuk yang beragam:
- Menarik Perhatian Pendengar
Menurut Fakhruddin al-Rāzī, huruf-huruf muqatta‘ah digunakan untuk menarik perhatian para pendengar Quraisy yang terbiasa dengan retorika tinggi, sehingga mereka tertarik untuk menyimak lebih lanjut (Al-Rāzī, Tafsīr al-Kabīr). - Penanda Kemukjizatan
Penggunaan huruf-huruf yang tidak memiliki makna langsung tetapi tetap menyampaikan pesan yang dalam menunjukkan keistimewaan Al-Qur’an. Huruf-huruf itu menjadi tantangan bagi manusia yang tidak bisa membuat sesuatu yang serupa. - Simbol atau Isyarat Spiritual
Sebagian ulama seperti Ibn ‘Arabī menafsirkan huruf-huruf tersebut sebagai simbol spiritual tertentu yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah, atau bahkan sebagai kode rahasia antara Allah dan Rasul-Nya (Ibn ‘Arabī, Futūḥāt al-Makkiyyah). - Pembeda antar Surah
Setiap surah dengan huruf pembuka memiliki karakteristik dan tema khusus yang berbeda dari surah lainnya, menjadikan huruf pembuka sebagai ciri khas identifikasi.
Surah-Surah yang Diawali dengan Huruf Muqatta‘ah
Ada 29 surah dalam Al-Qur’an yang dimulai dengan huruf-huruf muqatta‘ah. Berikut beberapa contohnya:
| Surah | Huruf Muqatta‘ah |
|---|---|
| Al-Baqarah | الم |
| Ali ‘Imrān | الم |
| Maryam | كهيعص |
| Ṭā Hā | طه |
| Yā Sīn | يس |
| Ṣād | ص |
| Qāf | ق |
| Al-Qalam (Nun) | ن |
Menurut Al-Suyūṭī, huruf-huruf ini muncul dalam bentuk tunggal, ganda, atau kombinasi yang lebih panjang, namun tidak membentuk kata yang lazim digunakan (Al-Suyūṭī, Al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān).
Kesimpulan
Kajian tentang Fawātiḥ al-Suwar membuka jendela pemahaman yang dalam terhadap struktur Al-Qur’an. Keunikan huruf-huruf muqatta‘ah dan bentuk pembukaan lain bukan sekadar hiasan retorik, tetapi merupakan bagian dari i‘jaz Al-Qur’an yang mengandung makna, simbolisme, dan hikmah yang luar biasa. Sebagian maknanya tetap tersembunyi sebagai rahasia ilahi, menunjukkan bahwa wahyu tidak selalu harus sepenuhnya dipahami secara rasional, tetapi juga bisa disikapi dengan iman dan ketundukan.
Sebagaimana ditegaskan oleh para ulama seperti Al-Zarkasyī, Al-Suyūṭī, dan Fakhruddin al-Rāzī, keberadaan Fawātiḥ dalam berbagai bentuk merupakan bagian dari i‘jaz bayānī Al-Qur’an yang mendalam dan patut dikaji secara ilmiah maupun spiritual. Wallahua’lam.
Mutiara Nawavilla (Mahasiswa Prodi PAI UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)

Bagaimana kedudukan fawatih al-suwar dalam Al-Qur’an?
Bagaimana fawatih al suwar dapat membantu dalam memahami konteks dan makan ayat – ayat Al-Qur’an?
Bagaimana cara memahami dan mengamalkan Fatih Al-suwar dalam kehidupan sehari-hari