SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLAH
Sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin ada pada dzat allah swt. Artinya dari sifat tersebut adalah pasti tidak ada pada diri allah swt ,mustahil allah memiliki sifat tersebut .sifat mustahil pada allah pada hakikat nya adalah kebalikan atau lawan kata dari sifat wajib bagi allah swt
Hal ini sebagaimana yang telah di jelaskan ole iman as sanusi ,al maliki , ar asy ary rahmalahu taโala dalam kitabnya syaru ummil barahin bahwasa nya
ูู ู ุง ูุณุชุญูู ูู ุญูู ุชุนุงูู ุนุดุฑูู ุตูุฉ. ููู ุฃุถุฏุงุฏ ุงูุนุดุฑูู ุงูุฃููู.”
(Dan di antara yang mustahil bagi hak Allah Ta’ala adalah 20 sifat. Yaitu lawan dari 20 sifat yang pertama/wajib).
Sifat mustahilย bagi allah Antara lain adalahย
1. Adam (๏ปู๏บชู๏ปกู)
Adam memiliki arti tidak ada. Sifat ini kebalikan dari sifat wajib Allah swt, yakni wujud yang artinya ada. Umat Islam wajib mempercayai bahwa Allah swt ada dan mustahil memiliki sifat adam.ย
2. Huduts (๏บฃู๏บชู๏ปญู๏บู)
Huduts artinya baru atau ada yang mendahului. Ini merupakan kebalikan sifat wajib Allah swt yaitu widam yang berarti awal atau mendahului. Artinya, Allah swt lebih dahulu ada daripada alam semesta dan seisinya.ย
3. Fana (๏ปู๏ปจู๏บ๏บู)
Fana bisa diartikan binasa, tidak kekal, hingga memiliki kesudahan. Fana merupakan kebalikan sifat wajib Allah swt, yakni baqa atau kekal.ย
Dengan demikian, umat Islam harus meyakini bahwa hanya Allah swt yang kekal. Selain Allah swt, semua makhluk di dunia akan mati.ย
4. Mumatsalatu lil Hawaditsi (๏ปฃู๏ปคู๏บ๏บู๏ป ู๏บู๏ปชู ๏ปู๏ป ู๏บคู๏ปฎู๏บ๏บฉู๏บู)
Allah swt tidak mungkin memiliki sifat mumatsalatu lil Hawaditsi yang artinya menyerupai makhluk ciptaan-Nya.
Sifat ini mustahil dimiliki Allah swt sebab Sang Maha Kuasa mempunyai sifat wajib yang berarti berbeda dari makhluk ciptaan-Nya.ย
5. Ihtiyaju li Ghairihi (ุงุญุชูุงุฌ)
Ihtiyaju lighairihi artinya membutuhkan selain-Nya. Sifat ini berlawanan dengan sifat wajib Allah swt, yakni qiyamuhu binafsihi yang berarti mandiri.ย
Allah SWT tidak butuh bantuan siapa pun. Bahkan, umat Islam yang diwajibkan berdoa dan memohon kepada Allah swt.ย
6. Ta’addud (๏บู๏ปู๏บชูู๏บฉู)
Ta’addud artinya berjumlah lebih dari satu. Sifat ini mustahil sebab Allah swt hanya satu dan tidak ada yang setingkat dengan-Nya.ย
Sifat ini juga berlawanan dengan wahdaniyah, sifat wajib Allah swt yang artinya Maha Esa.ย
7. ‘Ajz (๏ปู๏บู๏บฐู)
Mustahil Allah swt memiliki sifat lemah atau โajz. Allah swt merupakan yang paling kuat, sehingga memiliki sifat wajib yaitu qudrah yang berarti berkuasa.ย
8. Karahah (๏ปู๏บฎู๏บ๏ปซู๏ปชู)
Karahah artinya terpaksa yang berlawanan dengan sifat wajib Allah swt, yakni iradah yaitu berkehendak. Artinya, Allah swt memiliki kehendak atas segala sesuatu di dunia.ย
9. Jahl (๏บู๏ปฌู๏ปู)
Allah swt Maha Mengetahui segala sesuatu, sehingga mustahil memiliki sifat jahl atau bodoh. Sebaliknya, Allah swt mempunyai sifat โilm yang berarti mengetahui.ย
10. Maut (๏บู๏ปู๏ปคู๏ปฎู๏บ)
Allah swt memiliki sifat kekal dan artinya Allah swt juga tidak akan mati. Dalam surah Az-Zumar ayat 68, Allah swt berfirman:ย
โDan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah).โย
11. Shummum (๏บ๏ปุตูู ููู ู)
Shummum berarti tuli dan berlawanan dengan samaโ yang artinya mendengar. Allah swt Maha Mengetahui dan Maha Mendengar, baik itu perkataan yang terucap atau yang tertahan di pikiran.ย
12. Umyun (ุนู ู)
Sifat ini berlawanan dengan bashar yang artinya melihat. Sementara, umyun berarti buta. Selain Maha Mengetahui dan Maha Mendengar, Allah swt juga Maha Melihat.ย
Oleh karena itu, manusia bisa berbohong kepada siapa pun, tetapi dosanya tetap aan dilihat Allah swt dan bakal dipertanggungjawabkan.ย
13. Bukmun ( ู๏บ๏ปู๏บู๏ปู๏ปข)
Bukmun artinya bisu, yang merupakan kebalikan sifat wajib Allah swt yaitu kalam yang berarti berbicara. Namun, jangan membayangkan Allah swt berbicara layaknya manusia.ย
Semua perkataan Allah swt berupa firman yang tercantum dalam Al-Qurโan dan disampaikan melalui wahyu kepada nabi atau perantara malaikat.ย
14. Kaunuhu Ajizan (ููููููููู ๏ปู๏บ๏บู๏บฐู๏บ)
Kaunuhu ajizan berarti Zat yang lemah. Sifat ini lawan dari kaunuhu qadiran yang artinya Zat yang Maha Kuasa. Kekuasaan Allah swt tertuang dalam surah Al-Baqarah ayat 20 yang artinya:ย
“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa, mereka berhenti. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.”ย
15. Kaunuhu Mukrahan (ููููููููู ู ูููุฑูููุง)
Sifat ini artinya Zat yang terpaksa dan lawan dari kaunuhu muridan yang berarti Zat yang Maha Berkehendak.ย
Surah Yasin ayat 82 merupakan gambaran kekuasaan Allah swt dalam mewujudkan kehendak-Nya.
ุฅููููู ูุง ุฃูู ูุฑููู ุฅูุฐูุง ุฃูุฑูุงุฏู ุดูููุฆูุง ุฃูู ููููููู ูููู ููู ููููููููู
Innamaa amruhooo izaaa araada shai’an ai-yaqoola lahoo kun fa-yakoon
Artinya: Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, โJadilah!โ Maka jadilah sesuatu itu.
16. Kaunuhu Jahilan (ููููููููู ๏บู๏บ๏ปซู๏ปผู)
Kaunuhu jahilan artinya Zat yang Bodoh. Sifat ini merupakan kebalikan dari sifat kaunuhu aliman atau Zat yang Maha Mengetahui.
17. Kaunuhu Mayyitan (ููููููููู ู ูุชุง)
Kaunuhu mayyitan artinya zat yang mati. Ini berkebalikan dari sifat kaunuhu hayyan atau zat yang Maha Hidup.
18. Kaunuhu Asham (ููููููููู ๏บู๏บปู๏ปขูู)
Kaunuhu asham artinya zat yang tuli dan lawan dari sifat wajib Allah swt yaitu kaunuhu samiโan yang berarti Zat yang Maha Mendengar.ย
19. Kaunuhu A’ma (ููููููููู ๏บู๏ปู๏ปคู๏ปฐ)
Allah swt memiliki sifat kaunuhu bashiran yang artinya Zat yang Maha Melihat. Dengan demikian, mustahil Allah swt memiliki sifat buta atau kaunuhu aโma.ย
20. Kaunuhu Abkam (ููููููููู ๏บู๏บู๏ปู๏ปขู)
Sifat mustahil terakhir Allah swt adalah kaunuhu abkam yang artinya Zat yang Bisu. sifat ini berlawanan dengan sifat wajib Allah swt kaunuhu mutakalliman atau Zat yang Maha Berfirman.
Hubungan Manusia dengan Sifat Mustahil Allah
1.Menumbuhkan Keimanan yang Kuat
Dengan memahami bahwa Allah mustahil memiliki sifat seperti tidak ada (adam) atau binasa (fana), manusia akan semakin yakin bahwa Allah itu Maha Sempurna dan Maha Kekal. Hal ini memperkuat iman dan keyakinan dalam beribadah.
2.Menyadarkan Keterbatasan Manusia
Berbeda dengan Allah, manusia memiliki banyak kekurangan:
- Manusia bisa mati (fana)
- Manusia bergantung
- pada orang lain (qiyamuhu bighairihi)
- Manusia lemah dan terbatas
Dengan memahami sifat mustahil Allah, manusia sadar bahwa dirinya hanyalah makhluk yang lemah sehingga harus rendah hati dan tidak sombong.
3. Mendorong Ketakwaan
Kesadaran bahwa Allah tidak menyerupai makhluk (mumatsalatu lil hawadits) membuat manusia semakin takut dan tunduk kepada Allah. Ini mendorong manusia untuk:
- Taat beribadah
- Menjauhi larangan Allah
- Menjalankan perintah-Nya
4. Menumbuhkan Rasa Tawakal
Karena Allah tidak bergantung pada apa pun, manusia diajarkan untuk berserah diri (tawakal) hanya kepada Allah. Manusia yakin bahwa Allah mampu menolong tanpa bantuan siapa pun.
5. Membentuk Akhlak Mulia
Pemahaman terhadap sifat mustahil Allah membantu manusia membentuk akhlak seperti:
- Ikhlas
- Sabar
- Tawadhu (rendah hati)
- Tidak menyekutukan Allah
Kesimpulan tentang Sifat Mustahil Allah antara lain adalah :
Sifat mustahil bagi Allah adalah sifat yang tidak mungkin ada pada Allah, karena Allah Maha Sempurna dan tidak memiliki kekurangan sedikit pun. Memahami sifat-sifat ini sangat penting bagi manusia karena:
- Memperkuat keimanan kepada Allah SWT
- Menyadarkan manusia akan kelemahannya
- Mendorong manusia untuk bertakwa dan beribadah
- Membentuk akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari
Dengan demikian, mempelajari sifat mustahil Allah bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai pedoman hidup agar manusia semakin dekat kepada Allah dan menjalani kehidupan dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
