Aqidah & AkhlakGaya HidupMust Read

Menemukan Makna Sabar dalam Ujian Hidup, Begini Caranya

TATSQIF ONLINEĀ – Ujian dalam kehidupan merupakan hal yang pasti. Ketika seseorang diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala, hal itu tidak berarti bahwa Allah SWT membenci hamba-Nya. Sebaliknya, Allah SWT menguji orang-orang yang dicintainya sebagai bagian dari rahmat dan kebijaksanaan-Nya.

Ujian itu diibaratkan seperti siswa yang sedang menyelesaikan masa studinya. Setelah berhasil, siswa tersebut akan naik ke jenjang yang lebih tinggi. Begitu pun dengan ujian hidup. Ketika Allah SWT menguji seorang hamba, Allah SWT ingin menaikkan derajat dan kedudukan hamba tersebut.

Setiap manusia akan selalu diuji, bahkan sekelas nabi dan rasul pun juga diuji, sebagaimana firman Allah dalam Alquran suratĀ Al-AnbiyaĀ ayat 35 berikut ini:

ŁƒŁŁ„ŁŁ‘ Ł†ŁŽŁŁ’Ų³Ł Ų°ŁŽŲ§Ū¤Ł‰ŁŁ•Ł‚ŁŽŲ©Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŁˆŁ’ŲŖŁŪ— ŁˆŁŽŁ†ŁŽŲØŁ’Ł„ŁŁˆŁ’ŁƒŁŁ…Ł’ ŲØŁŲ§Ł„Ų“ŁŽŁ‘Ų±ŁŁ‘ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų®ŁŽŁŠŁ’Ų±Ł ŁŁŲŖŁ’Ł†ŁŽŲ©Ł‹Ū— ŁˆŁŽŲ§ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽŲ§ ŲŖŁŲ±Ł’Ų¬ŁŽŲ¹ŁŁˆŁ’Ł†ŁŽ

Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.”

Ayat ini menyatakan bahwa setiap makhluk hidup akan mengalami kematian. Manusia diuji oleh Allah dengan keburukan dan kebaikan sebagai bagian dari ujian kehidupan. Hal iIni menunjukkan bahwa hidup adalah serangkaian ujian dan cobaan yang menguji keimanan, ketabahan, dan kesabaran manusia.

Ujian bisa berupa kesulitan atau kebahagiaan, tetapi semuanya memiliki tujuan yang baik di baliknya, meskipun mungkin sulit untuk dipahami pada saat itu. Akhirnya, manusia akan kembali kepada Allah untuk pertanggungjawaban atas perbuatan mereka.

Seringkali banyak orang mengatakan bahwa, “Sabar itu ada batasnya”, namun, pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Allah SWT mengatakan bahwa orang-orang yang sabar akan selalu bersama-Nya.

Sikap sabar dalam menghadapi setiap ujian akan menjadikan penolong terbaik. Allah SWT berfirman dalam Alquran suratĀ Al BaqarahĀ ayat 153 yang berbunyi:

ŁŠŁŽŁ°Ł“Ų£ŁŽŁŠŁŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁŠŁ†ŁŽ Ų”ŁŽŲ§Ł…ŁŽŁ†ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł±Ų³Ł’ŲŖŁŽŲ¹ŁŁŠŁ†ŁŁˆŲ§ŪŸ ŲØŁŁ±Ł„ŲµŁŽŁ‘ŲØŁ’Ų±Ł ŁˆŁŽŁ±Ł„ŲµŁŽŁ‘Ł„ŁŽŁˆŁ°Ų©Ł ۚ Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ł±Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽ Ł…ŁŽŲ¹ŁŽ Ł±Ł„ŲµŁŽŁ‘Ł°ŲØŁŲ±ŁŁŠŁ†ŁŽ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ayat ini mengajak orang-orang yang beriman untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong dalam menghadapi ujian hidup. Allah SWT menjanjikan pertolongan-Nya kepada orang-orang yang sabar. Selain itu, derajat dan kedudukannya akan diangkat, dan orang yang sabar juga akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat sebagai ganjaran atas kesabaran mereka.

Allah SWT berfirman dalam Alquran suratĀ Az ZumarĀ ayat 10:

Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł…ŁŽŲ§ ŁŠŁŁˆŁŽŁŁŽŁ‘Ł‰ Ų§Ł„ŲµŁŽŁ‘Ų§ŲØŁŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ Ų£ŁŽŲ¬Ł’Ų±ŁŽŁ‡ŁŁ… ŲØŁŲŗŁŽŁŠŁ’Ų±Ł Ų­ŁŲ³ŁŽŲ§ŲØŁ

Artinya: ā€œOrang-orang yang sabar akan digenapi ganjarannya dengan tidak terhitung.”

Sabar memiliki berbagai macam tingkatan. Pahala bagi orang yang bersabar akan diberikan oleh Allah SWT sesuai tingkatannya. Dalam kitab as-Shabru wa Tsawab ā€˜alaihi, Syekh Ibnu Abid Dunya mengemukakan tiga tingkat kesabaran.

Pertama, adalah kesabaran dalam menghadapi musibah. Kedua, kesabaran dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. Ketiga, kesabaran dalam menahan diri dari melakukan kemaksiatan. Kesabaran yang terakhir disebut sebagai yang paling utama dan tinggi tingkatannya.

Beliau mencantumkan sebuah hadis yang diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abi ThalibĀ radhiyallahu anhu,Ā bahwa RasulullahĀ shallahu ‘alaihi wa sallamĀ bersabda:

Ų§Ł„ŲµŁŽŁ‘ŲØŁ’Ų±Ł Ų«ŁŽŁ„ŁŽŲ§Ų«ŁŒ: ŁŁŽŲµŁŽŲØŁ’Ų±ŁŒ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŲµŁŁŠŲØŁŽŲ©ŁŲŒ ŁˆŁŽŲµŁŽŲØŁ’Ų±ŁŒ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ų·ŁŽŁ‘Ų§Ų¹ŁŽŲ©ŁŲŒ ŁˆŁŽŲµŁŽŲØŁ’Ų±ŁŒ Ų¹ŁŽŁ†Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ¹Ł’ŲµŁŁŠŁŽŲ©ŁŲŒ ŁŁŽŁ…ŁŽŁ†Ł’ ŲµŁŽŲØŁŽŲ±ŁŽ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŲµŁŁŠŲØŁŽŲ©Ł Ų­ŁŽŲŖŁŽŁ‘Ł‰ ŁŠŁŽŲ±ŁŲÆŁŽŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ ŲØŁŲ­ŁŲ³Ł’Ł†Ł Ų¹ŁŽŲ²ŁŽŲ§Ų¦ŁŁ‡ŁŽŲ§ ŁƒŁŽŲŖŁŽŲØŁŽ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ł„ŁŽŁ‡Ł Ų«ŁŽŁ„ŁŽŲ§Ų«ŁŽŁ…ŁŲ§Ų¦ŁŽŲ©Ł ŲÆŁŽŲ±ŁŽŲ¬ŁŽŲ©Ł ŲØŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽ Ų§Ł„ŲÆŁŽŁ‘Ų±ŁŽŲ¬ŁŽŲ©Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„ŲÆŁŽŁ‘Ų±ŁŽŲ¬ŁŽŲ©Ł ŁƒŁŽŁ…ŁŽŲ§ ŲØŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽ Ų§Ł„Ų³ŁŽŁ‘Ł…ŁŽŲ§Ų”Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų¶ŁŲŒ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŁ†Ł’ ŲµŁŽŲØŁŽŲ±ŁŽ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ų·ŁŽŁ‘Ų§Ų¹ŁŽŲ©Ł ŁƒŁŽŲŖŁŽŲØŁŽ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ł„ŁŽŁ‡Ł Ų³ŁŲŖŁŽŁ‘Ł…ŁŲ§Ų¦ŁŽŲ©Ł ŲÆŁŽŲ±ŁŽŲ¬ŁŽŲ©ŁŲŒ Ł…ŁŽŲ§ ŲØŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽ Ų§Ł„ŲÆŁŽŁ‘Ų±ŁŽŲ¬ŁŽŲ©Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„ŲÆŁŽŁ‘Ų±ŁŽŲ¬ŁŽŲ©Ł ŁƒŁŽŁ…ŁŽŲ§ ŲØŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽ ŲŖŁŲ®ŁŁˆŁ…Ł Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų¶Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ Ł…ŁŁ†Ł’ŲŖŁŽŁ‡ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŽŲ±Ł’Ų“ŁŲŒ ŁˆŁŽŁ…ŁŁ†Ł’ ŲµŁŽŲØŁŽŲ±ŁŽ Ų¹ŁŽŁ†Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ¹Ł’ŲµŁŁŠŁŽŲ©Ł ŁƒŁŽŲŖŁŽŲØŁŽ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ł„ŁŽŁ‡Ł ŲŖŁŲ³Ł’Ų¹ŁŽŁ…ŁŲ§Ų¦ŁŽŲ©Ł ŲÆŁŽŲ±ŁŽŲ¬ŁŽŲ©ŁŲŒ Ł…ŁŽŲ§ ŲØŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽ Ų§Ł„ŲÆŁŽŁ‘Ų±ŁŽŲ¬ŁŽŲ©Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„ŲÆŁŽŁ‘Ų±ŁŽŲ¬ŁŽŲ©Ł ŁƒŁŽŁ…ŁŽŲ§ ŲØŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽ ŲŖŁŲ®ŁŁˆŁ…Ł Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų¶Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ Ł…ŁŁ†Ł’ŲŖŁŽŁ‡ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŽŲ±Ł’Ų“Ł Ł…ŁŽŲ±ŁŽŁ‘ŲŖŁŽŁŠŁ’Ł†Ł

Artinya: “Sabar ada tiga tingkatan. Sabar atas musibah, sabar dalam menjalani ketaatan, dan sabar dari laku kemaksiatan. Siapa saja yang sabar menghadapi musibah, sampai ia mampu merestorasinya sebaik mungkin, Allah akan mengangkat 300 derajatnya. Di mana, satu dengan lainnya berjarak sejauh antara langit dan bumi. Dan, yang bersabar dalam menjalani ketaatan, Allah mengangkat 600 derajatnya. Di mana, satu dengan lainnya berjarak sejauh antara lapisan-lapisan bumi dan batas (ketinggian) ā€˜arsy. Sedangkan, bagi yang bersabar dari laku kemaksiatan, Allah mengangkat 900 derajatnya. Di mana, satu dengan lainnya berjarak sekitar dua kali lipat antara lapisan-lapisan bumi dan batas (ketinggian) ā€˜arsy,”

Dalam kitabĀ Ihya Ulumuddin,Ā karya Imam Al GhazaliĀ radhiyallahu anhu, beliau juga mengungkapkan bahwa sabar memiliki tiga tingkatan:

1. Orang yang sabar dalam meninggalkan maksiat atau menahan syahwat. Ini adalah tingkatan bagi orang yang taubat.

2. Sabar menerima setiap takdir atau ketetapan Allah SWT. Ini merupakan tingkatan sabar bagi orang yang zuhud.

3. Sabarnya orang-orang yang selalu mencintai Allah SWT dan sabar atas apapun yang sudah menjadi ketetapan Allah SWT. Ini tingkatan sabar bagi orang-orang shiddiq.

Cara untuk bersabar adalah dengan menyadari bahwa apapun yang ada di dunia ini adalah milik Allah SWT. Manusia hanya mendapatkan titipan dari Allah SWT, maka Allah SWT berhak untuk mengambil kembali titipannya kapanpun Ia mau.

Allah SWT berfirman dalam Alquran suratĀ Al-BaqarahĀ ayat 156:

Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁŠŁ†ŁŽ Ų„ŁŲ°ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŲµŁŽŁ€Ł°ŲØŁŽŲŖŁ’Ł‡ŁŁ… Ł…ŁŁ‘ŲµŁŁŠŲØŁŽŲ©ŁŒŪ­ Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŁˆŁ“Ų§ŪŸ Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ų§ Ł„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ų¢ Ų„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł Ų±ŁŽŁ°Ų¬ŁŲ¹ŁŁˆŁ†ŁŽ 

Artinya:Ā ā€œ(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ā€˜Inna lillahi wa inna ilaihi rajiā€˜un’ (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).”

Menerapkan dan membiasakan perilaku sabar memang tidak mudah. Senantiasa berdo’a dan meminta kepada Allah SWT agar diberikan pertolongan dan kemudahan ketika menghadapi kesulitan. Hanya Allah sebaik-baik penolong.

Wallahu A’lam
Oleh Uswatun Jayanah

Tatsqif Media Dakwah & Kajian Islam

Tatsqif.com adalah media akademik yang digagas dan dikelola oleh Ibu Sylvia Kurnia Ritonga, Lc., M.Sy (Dosen UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) sejak awal tahun 2024. Website ini memuat materi perkuliahan, rangkuman diskusi, serta karya mahasiswa yang lahir dari proses pembelajaran di kelas, sekaligus membuka akses pengetahuan bagi masyarakat luas. Sebagai ruang berbagi ilmu, Tatsqif.com juga terbuka bagi siapa saja yang ingin mempublikasikan artikel, selama tulisannya bermanfaat, bersifat edukatif, dan sejalan dengan visi dan misi Tatsqif.com dalam menyebarkan ilmu pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *